Home news 7 Kasus yang Menimpa Habib Rizieq

7 Kasus yang Menimpa Habib Rizieq

24
0
SHARE
7 kasus yang menimpa habib rizieq
agen poker terpercaya

7 kasus yang menimpa Habib Rizieq yang membuat resah dirinya masih dalam proses penyidikan. Hal ini harus terungkap dan benar-benar dibereskan apabila hukum di negara kita masih ingin di junjung tinggi, bahkan bukan hanya nama Habib Rizieq saja yang harus diperiksa saat ini, karena masih ada beberapa nama oknum yang terlibat didalam kasus ini.

Saat ini keberadaan Rizieq masih menjadi tanda tanya besar untuk warga Indonesia dan kenapa Rizieq takut untuk tinggal di negaranya sendiri? kalau memang pernyataannya selama ini bisa dipertanggung jawabkan.

Saat ini pihak kepolisian masih terus mencari dimana Rizieq berada. Pihak kepolisian telah mengeluarkan surat perintah untuk membawa Rizieq atas kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Pornografi melalui media sosial WhatsApp.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) saat ini harus menghadapi 7 kasus pidana, dari ketujuh kasus tersebut diantaranya 3 kasus yang akan ditangani oleh pihak kepolisian di daerah Jawa Barat.

7 kasus yang menimpa habib rizieq

7 Kasus yang Menimpa Habib Rizieq Harus Dituntaskan

7 kasus yang menimpa Habib Rizieq harus dituntaskan agar hukum dinegara kita tidak tercemar. Hal ini terkait atas hasil keputusan hakim terhadap Ahok. Hasil keputusan tersebut ditanggapi oleh beberapa negara karena hasil tersebut diduga bukan berasal dari penistaan agama, melainkan ada unsur dan maksud tertentu.

7 kasus yang menimpa Habib Rizieq diantaranya :

1. Pencemaran nama baik Presiden Republik Indonesia yang pertama (Soekarno)

Sukmawati sebagai putri dari almarhum Presiden Soekarno melaporkan ketua umum FPI ke Bareskrim Porli, pada 27 Oktober 2016 lalu, dengan perkara pencemaran nama baik ayahnya Soekarno. Laporan yang diberikan berdasarkan hasil cerama Rizieq saat tabligh akbar di lapangan Gasibu, kota Bandung, pada tahun 2011.

Kasus ini ditangani oleh Polda Jawa Barat pada 20 November 2016, karena kejadian tersebut di wilayah Jawa Barat dan telah melanggar KUHP Pasal 320 tentang pencemaran nama baik orang yang sudah meninggal.

2. Penodaan Lambang Negara Indonesia (PANCASILA)

Kasus ini juga dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri, karena dirinya diduga melanggar KUHP Pasal 154a dan/atau Pasal 320 KUHP dan/atau Pasal 57a Juncto Pasal 68 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, tentang Lambang Negara, Bahasa, Bendera serta Lagu Kebangsaan.

Setelah diselidiki selama 2 bulan, Polda Jabar menetapkan Rizieq sebagai tersangka pada tanggal 30 Januari 2017 dan berkas tersebut dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat pada 2 Mei 2017, dan saat ini masih dilakukan penyidikan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

3. Penodaan Agama

Mahasiswa Katolik Republik Indonesia melaporkan Rizieq karena melanggar KUHP Pasal 156 dan Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama pada tanggal 26 Desember 2016. Laporan tersebut terlampir dengan surat laporan polisi dengan nomor LP/6344/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Pelapor juga menyertakan video yang beredar di beberapa media sosial yang berisi hasil ceramahnya yang berlangsung di Pondok Kelapa Jakarta Timur pada 25 Desember 2016.

Rizieq dianggap menyinggung keyakinan umat Kristiani. Kalimat yang dilaporkan berbunyi ” Kalau Tuhan beranak, terus bidannya siapa”?. Kasus tersebut belum ada peningkatan perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan.

4. Kasus Sampurasun

Perhimpunan masyarakat Sunda melaporkan ketua FPI ke Polda Jawa Barat, karena melecehkan budaya Sunda pada 24 November 2015, Pelanggaran UU nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Dalam pelaporan tersebut didukung oleh 15 organisasi lainnya yang menuntut agar Rizieq Shihab minta maaf kepada rakyat Jawa Barat, karena dalam ucapannya yang memplesetkan salam orang Sunda kata “Sampurasun” diucapkan “Campur Racun”. Ucapan tersebut dikeluarkan pada saat melakukan ceramah di Purwakarta pada 13 November 2015.

Proses hukum sempat terhenti selama lebih dari setahun, kenapa? dan kini Polda Jabar kembali menangani kasus tersebut karena pihak yang melapor masih terus mengajukan pengusutan, dan kini Polda Jabar masih mencari bukti-buktinya.

5. Gambar Palu Arit didalam Mata Uang Indonesia yang Baru

Jimef (Jaringan Anti Intelektual Muda) dan Solmet (Solidaritas Merah Putih) melaporkan Rizieq atas kata-katanya tentang logo Palu Arit yang diunggah kedalam media sosial Youtube dengan menggunakan Akun FPI TV pada 25 Desember 2016.

Pelanggaran tersebut terkait dalam Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 28 ayat 1 Juncto, serta Pasal 45 ayat 2 UU ITE. Laporan atas nama Jimaf dibuat atas nama Herdiyan dan diterima oleh SPKT Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP 92/i/2017/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 8 Januari 2017. Kasus ini sudah naik ke tinggak penyidikan sejak 22 Januari 2017.

6. Penyebaran Konten Pornografi

Mahasiswa Anti Pornografi melaporkan Habib Rizieq Shihab atas dugaan penyebaran koten pornografi ke Polda Metro Jaya pada 30 Januari 2017. Pelanggaran pasal 4 ayat (1) juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 32 Undang-undang 44 Tahun 2008 yaitu Pornografi serta Pasal 27 ayam (1) juncto Pasal 45 ayat (1) UU nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pemeriksaan ini dijadwalkan pada tanggal 25 April 2017, dan saat ini surat pangilan kedua telah diberikan pada tanggal 8 Mei 2017 atau 2 hari sebelum jadwal pemeriksaan, tapi Rizieq tidak memenuhi panggilan tersebut.

7. Penyebaran Kebencian

Lembaga Student Peace Institute dan Rumah Pelita melaporkan Rizieq dengan tuduhan menyebarkan kebencian bernuansa suku, agama ras dan antar golongan, yang diatur dalam Pasal 156 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 juncti Pasal 45 ayat 2 UU ITE.

Jika ingin hukum di negara kita kembali ditegakkan maka semua yang salah harus di adili sesuai dengan ketentuan Hukum dan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.

Leave a Reply