Home news Novel Bamukmin Merasa Diancam

Novel Bamukmin Merasa Diancam

15
0
SHARE

Novel Bamukmin merasa diancam oleh kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama. Hal tersebut akan dilaporkan ke LPSK bahwa dirinya mendapat ancaman didalam persidangan setelah dirinya merasa di teror secara habis-habisan oleh pihak lawan, mendengar hal tersebut Sirra Prayuna sebagai kuasa hukum Ahok juga angkat bicara, bahwa kasus ini jangan hanya melapor ke bagian LPSK tetapi laporkan juga ke POLRI, ungkapnya kepada tim berita terkini.

Sirra Prayuna juga mengatak bahwa kasus ini juga harus ditindak tegas, biar terbukti ada indikasi ancaman atau tidak dan jika memang mau meminta perlidungan dari LPSK gak usah mencari alasan bahwa pihak kami melakukan peneroran, oleh karena itu biar bagian penyelidikan yang akan membuktikan atas kasus ini benar atau salah.

Seorang politisi dari partai NasDem mengatakan bahwa hal yang dilakukan oleh Novel boleh-boleh saja, karena itu hak seseorang namun disaat melaporkan harus jelas siapa yang meneror sehingga tidak menambah masalah yang ada, dan jika tidak terbukti maka bisa dipastikan penjara adalah tempat yang cocok untuk Novel, karena hanya menambah masalah yang sudah ada dan memperkeruh suasana.

Novel Bamukmin Merasa Diancam
Noven Bamukmin

Novel Bamukmin Merasa Diancam dan Meminta Perlindungan

Novel Bamukmin merasa diancam dan meminta perlindungan setelah dirinya merasa diancam, namun hal tersebut dianggap wajar dan sah karena setiap warna negara berhak mendapatkan perlindungan hukum apabila memang terancam, selain itu Novel dianjurkan untuk melaporkan hal ini kepada pihak hukum agar penyidik bisa melakukan penyidikan atas kasus yang dilaporkannya.
Sebelum melakukan pelaporan, Novel mengaku dirinya mendapatkan sms secara bertubi-tubi serta telepone dari orang yang tidak jelas, oleh karena itu dirinya merasa terancam, jadi saya berhak untuk melaporkan kasus tersebut untuk mendapatkan perlindungan, ungkap Novel.
Peneroran ini terjadi saat dirinya didalam persidangan karena BAP berada di penasihat hukum Ahok, terror tersebut berupa kata-kata kasar dan sindirian, hal ini adalah penyerangan yang telah direncanakan oleh pihak lawan karena semua kata-katanya mempunyai satu tujuan yang sama.

Leave a Reply